Tampilkan postingan dengan label GLOBAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GLOBAL. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 November 2012

Gagal Lindungi Rakyat, PM Norwegia Minta Maaf


Perdana Menteri Norwegia meminta maaf karena telah gagal melindungi rakyatnya pada pembantaian di Oslo Juli tahun lalu. Dia mengaku bertanggungjawab atas lambatnya kerja polisi yang dalam peristiwa yang menewaskan 77 orang tersebut. 

Diberitakan BBC, PM Jens Stoltenberg menyampaikan permintaan maafnya dihadapan anggota parlemen pada Selasa 28 Agustus 2012. Dia menanggapi laporan setebal 500 halaman yang  menunjukkan bahwa polisi terlalu lambat dalam mencapai pulau Utoya yang menjadi ladang pembantaian.

Polisi juga terlihat tidak profesional saat menuju pulau itu dengan hanya menggunakan perahu karet. Dalam laporan dikatakan, jika saja polisi lebih cepat datang ke lokasi tersebut, mungkin korban yang jatuh akan lebih sedikit.

"Untuk itu saya minta maaf. Kami memang tidak bisa memperbaiki kesalahan di masa lalu, tapi bisa kita ambil pelajaran. Untuk itu, kita perlu menciptakan masa depan yang lebih aman," kata Stoltenberg.

Dia mengaku bertanggungjawab atas segala kesalahan tersebut. Di hadapan parlemen, dia juga mengumumkan langkah-langkah baru untuk meningkatkan keamanan, termasuk melengkapi polisi dengan helikopter militer, meningkatkan anggaran kepolisian dan lebih sering melakukan latihan situasi darurat untuk seluruh pegawai negeri.

Stoltenberg dihujani kritikan atas kinerja polisi yang memble tersebut. Beberapa kritikus bahkan menuntutnya untuk turun dari jabatan perdana menteri. Namun dia memutuskan tetap menjabat setelah didukung dari kabinetnya.

Pelaku peledakan bom di Oslo dan penembakan di pulau Utoya, Anders Behring Breivik, divonis hukuman maksimal yaitu 21 penjara. Dia tidak mengajukan banding atas vonis tersebut dan sama sekali tidak menyesal atas tindakan sadis yang dilakukannya
Read More >>

Senin, 29 Oktober 2012

Aktivitas Vulkanik Gunung Raung Makin Meningkat

    Gunung Raung di Banyuwangi, Jawa Timur dengan ketinggian 3.332 meter dari permukaan laut selama satu bulan terakhir terus menunjukkan peningkatan aktivitasnya sehingga warga yang berada di kaki gunung berapi tersebut diminta waspada. Peningkatan aktivitas gunung berapi yang berada di wilayah Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso itu ditandai dengan munculnya gempa tremor yang menyemburkan kepulan asap dan abu panas vulkanik sebanyak 25 kali.


Aktivitas vulkanik Gunung Raung di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Jember, Senin, 29 Oktober 2012, semakin meningkat.
Kepala Subbidang Pengamatan Gunung Berapi Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, mengatakan sejak pukul 10.00 WIB lalu gempa tremor gunung tersebut meningkat dengan panjang lebih dari 32 milimeter. "Gempanya overscale," kata Hendra dihubungi wartawan, Senin, 29 Oktober 2012. Selain gempa meningkat, PVMBG juga mendapat laporan dari pengamat Gunung Ijen yang melihat Gunung Raung menyemburkan asap hitam dengan ketinggian sekitar 100 meter. Namun, Hendra mengimbau supaya masyarakat tidak panik dan tetap menunggu hasil pengamatan lanjutan dari PVMBG. "Tapi harus tetap waspada," katanya. Untuk memperkuat pendataan aktivitas vulkanik, PVMBG menambah dua alat, yakni seismograf broadband dan global positioning system. Dua alat itu dipasang di ketinggian 8 kilometer dari puncak gunung, masing-masing di sebelah barat dan tenggara. Seismograf broadband, kata Hendra, berfungsi untuk merekam kegempaan gunung yang bisa diakses secara online ke PVMBG di Bandung. "Sedangkan GPS untuk mengukur perubahan tekanan di dalam gunung," kata dia. Gunung setinggi 3.332 meter dari permukaan laut itu berstatus siaga pada Senin, 22 Oktober 2012 lalu. Sejak dinyatakan siaga, aktivitas gunung tersebut terus meningkat. Bahkan sejak Jumat lalu, 26 Oktober 2012, masyarakat sekitar gunung mendengar suara gemuruh. Di lain pihak, Pemerintah Banyuwangi ternyata belum siap untuk melakukan tanggap bencana erupsi Gunung Raung. Hingga kini Pemerintah Banyuwangi belum menyiapkan jalur evakuasi, transportasi pengangkutan warga, dan tempat pengungsian. Padahal, ada 16 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang masuk sebagai kawasan rawan bencana erupsi Gunung Raung. Enam belas desa tersebut memiliki jumlah penduduk lebih dari 65 ribu jiwa.
Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuwangi, Achmad Wiyono, mengatakan belum kelarnya persiapan tanggap bencana karena BPBD belum definitif. "Sehingga kami tidak bisa mencairkan anggaran," kata dia.

TEMPO.CO, Banyuwang

>>jangan Pernah Malu untuk berbagi<<
Read More >>

Sabtu, 27 Oktober 2012

---28 oktober 2012---

Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945. Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Muhammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario  tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin. 

Kongres Pemuda Indonesia

Panitia Kongres

Dalam upaya mempersatu wadah organisasi pemuda dalam satu wadah telah dimulai sejak Kongres Pemuda Pertama 1926. Oleh sebab itu, tanggal 20 Februari 1927 telah diadakan pertemuan, namun pertemuan ini belum mencapai hasil yang final.
Kemudian pada 3 Mei 1928 diadakan pertemuan lagi, dan dilanjutkan pada 12 Agustus 1928. Pada pertemuan terakhir ini dihadiri semua organisasi pemuda dan diputuskan untuk mengadakan Kongres pada bulan Oktober 1928, dengan susunan panitia dengan setiap jabatan dibagi kepada satu organisasi pemuda (tidak ada organisasi yang rangkap jabatan) sebagai berikut:
  • Ketua: Sugondo Djojopuspito  (PPPI)
  • Wakil Ketua: R.M.Joko Marsai (Jong Java)
  • Sekretaris:Muhammad Yamin (Jong Soematranen Bond)
  • Bendahara: Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I: Johan Mohammad Cai (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II: R. Katjasoengkana  (Pemoeda Indonesia)
  • Pembantu III: R.C.I. Sendoek (Jong Celebes)
  • Pembantu IV: Johannes Leimea  (Jong Ambon)
  • Pembantu V: Mohammad Rochjani Su'ud  (Pemoeda Kaoem Betawi)

Kongres Pemuda Indonesia Kedua

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia  (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholike Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng ). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Mohammad Yamin.  tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
Rapat kedua, Minggu, 28Oktober 1928, di Gedung Oost Java Bioscop , membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan  dan Sarmidi Mangoensarkoro , berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu Indonesia Raya  karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.




SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
  1. Abdul Muthalib Sangadji
  2. Purnama Wulan
  3. Abdul Rachman
  4. Raden Soeharto
  5. Abu Hanifah
  6. Raden Soekamso
  7. Adnan Kapau Gani
  8. Ramelan
  9. Amir (Dienaren van Indie)
  10. Saerun (Keng Po)
  11. Anta Permana
  12. Sahardjo
  13. Anwari
  14. Sarbini
  15. Arnold Manonutu
  16. Sarmidi Mangunsarkoro
  17. Assaat
  18. Sartono
  19. Bahder Djohan
  20. S.M. Kartosoewirjo
  21. Dali
  22. Setiawan
  23. Darsa
  24. Sigit (Indonesische Studieclub)
  25. Dien Pantouw
  26. Siti Sundari
  27. Djuanda
  28. Sjahpuddin Latif
  29. Dr.Pijper
  30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  31. Emma Puradiredja
  32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
  33. Halim
  34. R.M. Djoko Marsaid
  35. Hamami
  36. Soekamto
  37. Jo Tumbuhan
  38. Soekmono
  39. Joesoepadi
  40. Soekowati (Volksraad)
  41. Jos Masdani
  42. Soemanang
  43. Kadir
  44. Soemarto
  45. Karto Menggolo
  46. Soenario (PAPI & INPO)
  47. Kasman Singodimedjo
  48. Soerjadi
  49. Koentjoro Poerbopranoto
  50. Soewadji Prawirohardjo
  51. Martakusuma
  52. Soewirjo
  53. Masmoen Rasid
  54. Soeworo
  55. Mohammad Ali Hanafiah
  56. Suhara
  57. Mohammad Nazif
  58. Sujono (Volksraad)
  59. Mohammad Roem
  60. Sulaeman
  61. Mohammad Tabrani
  62. Suwarni
  63. Mohammad Tamzil
  64. Tjahija
  65. Muhidin (Pasundan)
  66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  67. Mukarno
  68. Wilopo
  69. Muwardi
  70. Wage Rudolf Soepratman
  71. Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
    http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5863567476795703879&pli=1#editor/target=post;postID=3224160545477902841
  1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
    di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
    Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
    Kong Liong.
  2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
    Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
    yaitu :
    a. Kwee Thiam Hong
    b. Oey Kay Siang
    c. John Lauw Tjoan Hok
    d. Tjio Djien kwie.
Read More >>

Rabu, 17 Oktober 2012

Ulasan Album Perdana NOAH: Lirik Lagu yang Tak Lagi Sama


Apa yang akan terjadi dengan album baru dari sebuah grup musik yang baru saja berganti nama? Apakah ciri khas lagu-lagunya juga ikut berganti atau sama saja seperti sebelumnya? 

Itulah yang sempat menjadi pertanyaan saya ketika hendak membeli album “Seperti Seharusnya” milik NOAH yang gambar sampulnya mengingatkan pada sampul “Nowhere to Go” milik Endah N Rhesa dan “Roses” karya The Cranberries ini.

Sebagai nomor pembuka, ada “Raja Negeriku” ciptaan Ariel dan Uki yang diwarnai sorak-sorai dari 200 orang teman-teman Ariel di rumah tahanan Kebonwaru. Lagu soal seruan gerakan perubahan untuk masa depan negeri dan bangsa agar menjadi lebih cerah itu semakin terdengar bertenaga dan istimewa dengan kehadiran cuplikan pidato mantan Presiden RI Sukarno di bagian awal, pertengahan, dan akhir lagu. Menarik.

Adapun “Separuh Aku” ciptaan David dan Ihsan Nurrachman yang dijadikan andalan album ini memang tergolong sangat gampang dicerna oleh kuping. Cocok dipakai untuk menarik perhatian para pendengar musik Indonesia terhadap kemunculan kembali secara utuh grup musik yang beranggotakan Ariel (vokal), Uki (gitar), Reza (drum), Lukman (gitar), dan David (kibor) ini.

Begitu juga dengan lagu “Sendiri Lagi”. Bagi sebagian orang pasti langsung terasa tidak asing lagi dengan lagu ciptaan Ryan Kyoto itu. Tidak perlu heran berkepanjangan. Ya, lagu tersebut pernah dinyanyikan oleh almarhum Chrisye sekitar tahun 1993 dan termuat dalam albumnya yang berjudul sama.   

Selain beberapa lagu tadi, sebenarnya masih ada sejumlah lagu lain yang tidak kalah berpotensi untuk disukai banyak orang. Tapi, lagu-lagu itu mungkin perlu dimainkan lebih dari sekali baru bisa terdengar lebih enak. Sebut saja seperti “Hidup Untukmu, Mati Tanpamu”, “Terbangun Sendiri”, “Tak Lagi Sama”, dan “Puisi Adinda”.

Secara keseluruhan, corak musik album ini terdengar tidak jauh berbeda dengan karya-karya mereka sebelumnya saat masih memakai nama Peterpan. Begitu juga gaya menyanyi Ariel, tetap seperti biasanya. 

Tapi, ada hal lain yang terasa agak berbeda. Apakah itu? Lirik lagunya. 

Saya pernah ditanya seorang teman, hal apa yang paling menarik dari lagu-lagu yang diusung Ariel dan rekan-rekannya? Waktu itu, jawaban saya adalah lirik lagunya yang sering kali tergolong tidak biasa, bahkan untuk topik yang biasa. Tengok saja lagu-lagu seperti “Di Atas Normal”, “Di Balik Awan”, “Menunggu Pagi”, “Ada Apa Denganmu”, “Menghapus Jejakmu”, dan “Sally Sendiri”.

Namun, di album perdana dari NOAH ini saya merasa agak susah menjumpai lagu dengan lirik-lirik semacam itu. Sebagian besar di antaranya didominasi lagu bernuansa patah hati, dengan lirik seperti layaknya orang kehilangan pasangan yang sangat dicintainya. Penuh pujian dan rayuan.

Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena isi album ini tidak lagi didominasi karya Ariel seperti biasa, khususnya untuk urusan lirik lagu. Jika diperhatikan lebih jauh, dari sepuluh lagu yang ada di album ini, setidaknya hanya lima di antaranya yang penggarapan liriknya melibatkan sang vokalis. 

Sisanya merupakan ciptaan dari para personel lain. Di samping itu, ada pula Ryan d’Masiv yang menuliskan lirik untuk “Hidup Untukmu, Mati Tanpamu”.

Apakah isi album NOAH selanjutnya juga akan seperti itu? Perlu dibuktikan nanti.

Benny Chandra (www.bennychandra.com)
Read More >>

Selasa, 16 Oktober 2012

GEMPA YANG TERJADI di TANAH AIR BARU-BARU INI


1. Gempa 6,0 SR Guncang Kepulauan Sangihe Sulut

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya gempa berkekuatan 6,0 Skala Richter (SR), Rabu(17-10-2012), pukul 11.42 WIB di barat laut Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. 
Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung, Chrismanto, lokasi gempa 6,0 SR itu berada pada koordinat 4.04 derajat Lintang Utara (LU) dan 124.63 derajat Bujur Timur (BT), 113 km barat laut Kepulauwan Sangihe, Sulut. 
BMKG menyatakan pusat gempa (episentrum) itu berada pada kedalaman 308 km.(rr)

2. Gempa 5,3 SR Guncang Papua

Jakarta (ANTARA) - Gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter mengguncang wilayah timur laut Intan Jaya, Papua pada pukul 23.35. WIB, Senin. 
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pusat gempa berada pada 3,13 derajat Lintang Selatan dan 137,05 derajat Bujur Timur, atau 410 km barat daya Jayapura, atau 3.378 km timur laut Jakarta, pada kedalaman 97 km. 
Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.(rr)

3. Dua Kali Gempa Guncang Kaimana Papua Barat


Bandarlampung (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi adanya dua kali gempa bumi tektonik terjadi di Kaimana, Papua, Jumat pagi. 
Menurut BMKG, seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung, Chrismanto, gempa berkekuatan 5,1 Skala Ricter, Jumat, pukul 08.34 WIB terjadi di tenggara Kaimana, Papua Barat. 
Gempa ini berada pada wilayah dengan koordinat 4.79 derajat Lintang Selatan (LS) dan 133.94 derajat Bujur Timur (BT), 125 km tenggara Kaimana, Papua Barat, dengan kedalaman pusat gempa (episentrum) 48 km. 
BMKG menyampaikan pula, gempa sebelumnya 5,2 SR, pukul 08.29, di wilayah dengan koordinat 4.79 derajat Lintang Selatan (LS) dan 133.89 derajat Bujur Timur (BT), 125 km tenggara Kaimana, Papua Barat, dengan kedalaman pusat gempa 58 km

Menurut BMKG pula, pada Jumat dinihari, terjadi pula gempa 5,7 SR, pukul 00.07 WIB, berlokasi di koordinat 1.35 derajat Lintang Utara (LU) dan 92.12 derajat Bujur Timur (BT), 463 km barat daya Kabupaten Semeulue, Provinsi Aceh, dengan kedalaman pusat gempa 10 km.(rr)

4. Gempa 5,1 SR di Banyuwangi Jatim

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, telah terjadi gempa bumi tektonik dengan kekuatan 5,1 skala Richter (SR) di barat daya Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis, pukul 10.51 WIB. 
Menurut BMKG seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung Chrismanto, gempa itu berada pada wilayah dengan koordinat 10.56 derajat Lintang Selatan (LS) dan 113.99 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman pusat gempa (episentrum) 10 km. 
Lokasi gempa ini berada di selatan Jawa; 243 km barat daya Banyuwangi, Jatim; 252 km barat daya Denpasar; 258 km barat daya Badung, Bali; dan 937 km tenggara Jakarta. 
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.(rr)
Read More >>

Template by : kendhin x-template.blogspot.com