Tampilkan postingan dengan label FEMALE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FEMALE. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Maret 2013

--SIMLITABMAS--

--SIMLITABMAS BIKIN GREGETAN--

HEMM,,, Perjalanan seorang anak kampus,, yang selalu ingin berpartisipasi dalam kegiatan yang dikti berikan.. bismillah saja, meskipun selalu belum bisa lolos. semoga di tahun ini bisa mewujudkan mimpi untuk bisa meloloskan diri... hehhe.
SUSAH BANGET MAU UPLOAD.... TAPI AKHIRNYA BERHASILLLLL... :-)
tidak cepat menyerah meskipun belum lolos berulang-ulang.. ALLAH mempunyai rencana lain.. dan semua pasti ada hikmahnya.. AMIN
TERIMKASIH KEPADA SEGEAP BAPAK-IBU DOSEN yang telah berkenan membantu saya dalam menyelesaikan tulisan ini.. dan juga kepada seluruh teman-teman yang telah membantu saya.... semoga ALLAH selalu mencurahkan semua rizki dan karunia kepada kita semua.AMINNN

Read More >>

Selasa, 05 Maret 2013

MERAIH RIDHO ALLAH MELALUI SUAMI KITA

SECERCAH GORESAN PENA  MEMBUAT SUAMI KITA BAHAGIA

Mencari Ridho ALLAH untuk para istri sangatlah mudah hanya dengan mematuhi suami. Itu sudah termasuk fahala besar. Asalkan hal itu yang tidak bertentangan dengan agama.. 
Berikut cara kita para istri dan calon istri semuanya untuk membuat hati suami kita senang...
Kalau suami kita bahagia karena kita,, SYURGA sudah menjadi tempat kita...
  1. Kita adalah sekuntum mawar yang sedang bersinar di rumah kita. Buatlah di saat suami kita masuk ke rumah, dia merasa bahwa kecantikan dan keharuman mawar tersebut, tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuknya seorang. 
  2. Bagaimana caranya agar suami kita itu bisa merasa damai dan nyaman, baik dengan perbuatan ataupun dengan kata-kata? Hal itulah yang secara terus menerus selalu kita usahakan untuk suami kita. Untuk kesempurnaannya, lakukan itu dengan sepenuh jiwa.
  3. Sopan dan penuh perhatianlah ketika berbincang-bincng dan berdiskusi, jauhkanlah perdebatan dan sikap keras kepala untuk mengemukakan pendapat kita di hadapan suami.
  4. Pahami pula kebenaran dan keindahan prinsip-prinsip islam di balik kelebihan sang suami terhadap kita selaku istri, yang memang terkait dengan kodrat seorang wanita, dan janganlah hal ini dianggap sebagai sesuatu yang dzalim (penindasan).
  5. Lembutkanlah suara  ketika berbicara dengan sang suami dan pastikan suara kita tidak meninggi pada saat dia bersama kita. Diriwayatkan dalam sebuah hadist, bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Seorang istri yang menyakiti suaminya di dunia, bidadari calon istrinya di surga akan berkata; ‘Jangan kamu sakiti dia! Semoga Allah memusuhimu. Sesungguhnya di sisimu dia hanya sebagai seorang tamu. Dia akan meninggalkanmu menuju kami’.” (HR. At-Tirmidzi)
  6. Pastikan kita bangun pada malam hari untuk melakukan shalat malam secara rutin (qiyamul lail), hal ini akan membawa kecerahan dan kebahagiaan pada perkawinan dan kehidupan keluarga sungguh mengingat Allah SWT akan membawa ketenangan pada hati. “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati (senantiasa) menjadi tenteram (tenang).” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)
  7. Bersikaplah diam ketika suami sedang marah dan jangan tidur kecuali dia mengijinkannya. Dalam kitab Shahih (Al-Bukhari) dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda; “Apabila seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya, namun si istri menolak untuk datang, lalu si suami bermalam (tidur) dalam keadaan marah kepada istrinya tersebut, niscaya para malaikat melaknat si istri sampai ia berada di pagi hari.”
  8. Berdirilah dekat suami ketika dia sedang memakai baju dan sepatunya.
  9. Buatlah suami merasa bahwa kita selaku istri menginginkan sang suami untuk mengenakan baju yang kita pilih buat dia.
  10. Kita  harus sensitif dan memahami kebutuhan suami  untuk menjadikan pernikahan ini menjadi yang terbaik tanpa menghabiskan waktu kita. Dari Thalaq bin Ali, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda; “Suami mana saja yang memanggil istrinya untuk memenuhi hajatnya, maka si istri harus/wajib mendatanginya (memenuhi panggilannya) walaupun ia sedang memanggang roti di atas tungku api.”
  11. Ketika ada perselisihan pendapat, hendaknya kita tidak menunggu agar sang suami meminta maaf kepada kita (jangan jadikan hal ini sebagai prioritas utama harapan) mengalahlah demi kebaikan istri dan pasangan, kecuali kalau suami secara sadar mengakuinya.
  12. .Rawatlah penampilan dan pakaian suami , biarpun kelihatannya suami malas untuk merawat dan memakainya, tapi yakinlah bahwa dia akan menyukainya sebagaimana teman-temannya juga akan menyukainya.
  13. Hendaknya  kita tidak selalu mengandlkan suami untuk berkeinginan melakukan hubungan badan. Sekali-kali  mulailah lebih dulu, tentu pada saat yang tepat.
  14. Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru buat suami, janganlah beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau dirasa sangat perlu.
  15. Janganlah menunggu atau mengharapkan balasan dari semua perbuatan dan kebiasaan baik. banyak suami karena kesibukan kerjanya, gampang melupakan untuk melakukan hal tersebut, atau secara tidak sengaja lupa untuk menyampaikan penghargaan yang semestinya kepada istri.
  16. Hendaknya berbuat sesuai dengan keadaan dan kemampuan keuangan yang ada, dan jangan meminta sesuatu yang berlebihan dan mahal.
  17. Ketika suami baru pulang dari perjalanan yang lama ataupun bepergian dari tempat yang jauh, sambutlah dia dengan wajah yang ceria dan tunjukkanlah bahwa kita sangat merindukan kedatangannya.
  18. Ingatlah selalu bahwa keberadaan sang suami adalah salah satu sarana mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.
  19. Pastikan Anda untuk selalu memperbaharui dan merubah bentuk penampilan , sebagai tanda dan ungkapan kasih menyambut suami tercinta.
  20. Ketika sang suami meminta sesuatu untuk melakukan hal-hal tertentu, maka pastikan kita melakukannya dengan sigap dan sepenuh hati, jangan sampai merasa enggan dan terlihat lamban.
  21. menyiapkan minuman kesukaan suami, kapanpun itu waktunya.
  22. selalu menawarkan pijitan, ketika suami terlihat capek atau setelah beraktifitas seharian.
  23. hendaklah kita selalu bersalaaman dan selalu meminta izin ketika hendak bepergian.
  24. dll
Semoga bermanfa'at ya saudariku... kebahagiaan suami adalah kebahagiaan kita juga

silahkan dibagikan agar sahabat fb temen yang lain agar saling memberi kemanfaatan bagi sesama... selamat  membaca.. :-)
 salam hormat dari penulis....Anna Maida
Read More >>

Selasa, 19 Februari 2013

Cinta Kita Sejati


 CINTA SEJATI
:Bunga Citra Lestari:


Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
 Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Saat aku tak lagi di sisimu
 Ku tunggu kau di keabadian
 
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
 
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesucian cinta

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu 
cinta kita sejati






 Cerita sangat inspiratif.. salut to Bapak Habibi.. begitu tinggi engkau menempatkan ibu dalam hati bapak.
belajar dari Ibu,, yang begitu kuat menjalani kehidupan yang sarat dengan
cobaan dan semuanya tidak mudah.
semoga kita semua sebagai seorag perempuan bisa mencontoh kisah ibu dalam mendampingi bapak,,,
tak  lupa ,, kirim doa unutk ibu, semoga beliau tenang di alam sana.
dan untuk bapak,,,
bapak tidak sendiri...
kita semuanya sayang Bapak..
meskipun kita tidak bisa seperti ibu ,,,
tapi bapak selalu di hati kita...

salam dari sang pecinta sejati

 bagi yang ingin menDOWNLOAD lagu CINTA SEJATI
DIBAWAH INI YAAA


TERIMAKASIH
Read More >>

Selasa, 05 Februari 2013

*** Sabtu pagi yang indah, 14 juli 2012***



*** Sabtu pagi yang indah, 14 juli 2012***

Rabbi, nafas demi nafas yang kuhirup tiada harga.
Kau berikan padaku dengan cinta.
Rabb, nikmat demi nikmat dunia Kau silih pergantikan, selalu saja namun Kau tak pernah mengazabku secara langsung kala ku lupa bersyukur.
Rabb, ujian demi ujian bagiku, setelah kucermati, tak pernah melebihi derita dakwah NabiMu, yang diejek dan ditertawakan dalam amal. Aku menjadi malu kalau tak mampu sabar seperti khalil-Mu.
Rabb, kutahu dalam ketidaksempurnaan ini, Kau selalu mencintaiku.
Rabb, kala hujan dan panas,engkau masih memberiku keteduhan dalam rumah
Rabb, seperti surat cinta-Mu yang tak pernah diduakan (al-Qur’an) kau ceritakan tentang sinergi langit dan bumi-Mu. Kalau langit menurunkan hujan, bumi tumbuh subur, terus saja begitu.
Rabb, kalau aku boleh berbisik pada-Mu, kuingin setiap nikmat yang Kau hujani padaku, aku sambut layaknya bumi dengan menyuburkan lagi amal-amalku.
Rabb, sepanjang perjalanan kulihat lagi ciptaan-Mu, semakin kulihat seperti Kau sampaikan dalam surat cinta-Mu, semakin kulihat, tak mampu kudapatkan kecacatan. Hijaunya daun, ukurannya yang variatif, sungguh menawan.
Rabb, kala Kau menyampaikan ketika aku berjalan menuju-Mu, lalu Kau datang padaku dengan berlari, aku semakin tak sanggup menahan air yang menggenang di kedua mata yang sering lalai ini, tumpah ruah, aku malu dengan kecepatan-Mu menghampiriku.
Rabb, aku tak bisa berhenti mencintai-Mu, kuharap akan lahir taat, tadhiyah, khauf hanya untuk-Mu.
Rabb, boleh kan aku utarakan lagi dalam ketidaksempurnaan aku yang dhaif ini,
Rabb, aku tak bisa berhenti mencintai-Mu.

Read More >>

Rabu, 30 Januari 2013

KB.. 2

Golongan yang tidak setuju dengan konsep KB menyatakan bahwa anak-anak adalah rahmat dari Allah; dan persetubuhan antara suami istri (yang salah satu maksudnya adalah untuk menghasilkan keturunan) adalah halal; oleh itu “mencegah” pembuahan adalah perbuatan yang melarang sesuatu yang telah diizinkan oleh Allah. Pernyataan dikemukakan oleh Maulana Maududi[1], yang menurutnya berdasarkan dari interpretasi surat al-An’am ayat 140. Perdebatan pun berlanjut, dengan sanggahan dari yang pro dengan KB. Mereka menyanggah bahwa interpretasi Maulana Maududi bias dan pernyataan Maududi terkesan dipaksakan dan berusaha keras untuk mencegah praktek KB di kalangan muslim.
Dalam argumen lain, pihak yang pro KB mengemukakan surat al Baqarah ayat 233. Mereka menginterpretasikan bahwa ayat ini menggalakkan perencanaan (jeda waktu antara kehamilan). Ayat lain yang hampir sama ada dalam surat Luqman ayat 14, dan surat Ahqaf ayat 15. Selain itu, dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW tidak menggalakkan wanita untuk hamil lagi dalam masa menyusui, atau disebut al-ghayl, ghaylah, gheyal (suatu hal yang tidak baik untuk si bayi).
Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana pasangan dapat menghindari kehamilan dalam masa dua tahun interval setelah kelahiran seorang anak? Mereka mungkin bisa puasa dari seks, yang pastinya sangat susah dilakukan untuk pernikahan monogami. Alternatifnya adalah melakukan al azl atau metode lain untuk mencegah kehamilan. Menanggapi hal ini, Syeikh Shaltout yang pernah menjadi Imam Besar Al Azhar menyatakan bahwa nampaknya prinsip untuk memberikan jeda kelahiran anak mendapatkan dukungan dari al Qur’an. Dalam fatwanya, ia mengatakan, “KB dalam kaitannya dengan ini bukanlah sesuatu yang melawan fitrah, dan bukanlah sesuatu yang melawan syariah -jika tidak disebutkan dalam al Qur’an. Al Qur’an menetapkan masa menyusui selama dua tahun penuh, dan nabi Muhammad SAW memperingatkan agar tidak menyusui bayi dari ibu yang sedang mengandung. Hal ini menunjukkan diperbolehkannya langkah untuk mencegah kehamilan dalam masa menyusui.”
Faktor jumlah anak telah menjadi kunci perdebatan antara golongan yang pro dan kontra KB. Ada anggapan bahwa jumlah dan pertumbuhan yang lebih besar akan menjamin kekuatan yang lebih besar dan lebih dekat dengan ridha-Nya. Lebih lanjut, golongan yang kontra dengan KB menganggap bahwa KB sebenarnya berasal dari budaya Barat, dan mereka berkonspirasi untuk mengurangi jumlah Muslim dengan mempromosikan KB. Lain pula dengan pendapat yang mendukung KB, mereka percaya bahwa masa depan Muslim saat ini harusnya lebih ditumpukan kepada kualitas individu, kualitas keimanan dan solidaritas daripada nominal jumlah. Golongan ini tidak percaya bahwa dunia Islam akan kekurangan orang; mereka lebih melihat kepada pentingnya solidaritas, kerjasama antara negara-negara Muslim, demi peningkatan spiritual, sosio ekonomi, dan kemajuan teknologi. Lebih jauh lagi, mereka melihat bahwa pertumbuhan penduduk yang begitu cepat di negara-negara Muslim merupakan hambatan yang serius dalam proses pembangunan menuju umat yang lebih baik. Dalam hal ini, bisa diambil contoh kasus Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser yang begitu keras menentang program perencanaan populasi dalam 10 tahun pertama kepemimpinannya. Tapi kemudian, ia menyadari bahwa pertambahan populasi yang tidak terkontrol memberikan efek yang serius pada Mesir, ia menyatakan:
Pertambahan populasi memberikan hambatan yang sangat serius pada langkah Mesir untuk meningkatkan standar produksi dengan cara yang efektif dan efisien. Konsep KB merupakan usaha mendesak yang perlu didukung oleh metode saintifik modern.”
Berikut pendapat golongan yang mendukung bahwa jumlah umat adalah penting:
  1. Manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi seperti disebutkan dalam surat al Baqarah ayat 30; serta surat Hud ayat 61, “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya.” Sebagai pemakmur, maka jumlah yang berlipat ganda akan membawa keuntungan dan kemakmuran yang besar sebagaimana disebutkan dalam surat an Nisa ayat 1.
  2. Menghasilkan keturunan. Berdasarkan poin sebelumnya, menghasilkan keturunan adalah cara paling alami untuk melipatgandakan jumlah umat Muslim. Mereka menjadikan surat an Nahl ayat 72, surat ar-Ra’d ayat 38, surat al A’raf ayat 86, dan surat al Furqan ayat 74 sebagai pendukung argumen ini.
  3. Sebagai dukungan, golongan ini juga mengangkat sebuah hadits yang mereka interpretasikan sebagai anjuran Nabi Muhammad SAW untuk melipatgandakan jumlah umat Muslim;
-            “Menikahlah kamu agar dapat melahirkan keturunan. Sesungguhnya saya akan berbangga pada hari kiamat jika kamu menjadi umat yang teramai (daripada umat-umat lain)”. (HR. Al-Baihaqi)
-            ”Nikahilah wanita yang penyayang dan banyak anak, karena aku berlomba-lomba banyak umat dengan kamu bersama Nabi-Nabi pada hari kiamat”. (H.R Ahmad dan disahkan oleh Ibnu Hibban).
  1. Jumlah umat yang banyak merupakan sumber kekuatan dan pembangunan umat.
  2. KB sebagai konspirasi Barat untuk melemahkan Islam.
  3. KB tidak lain sebagai bentuk ketidakpercayaan Muslim terhadap Allah.
Dan golongan yang pro perencanaan keluarga menjawab argumen di atas yang intinya ada dua poin berikut:
(i)       Jumlah yang berlipat ganda bisa dicapai dengan jumlah anak yang sedikit tetapi diberi jeda yang sepatutnya dan dilahirkan dari ibu yang tidak terlalu muda, tidak terlalu tua.
(ii)     Kualitas Muslim tidak selalunya berkaitan dengan nominal jumlah. Jumlah yang besar tetapi lemah; umat Muslim yang miskin serta terpecah-pecah dengan berbagai kompleksitasnya, penyakit menular, kemiskinan, buta huruf dan lemah iman bukanlah suatu kebanggaan bagi Nabi Muhammad SAW pada hari Kiamat nanti.
Selanjutnya pihak pro KB menjawab satu per satu argumen dari golongan yang kontra KB:
1. Memang benar bahwa manusia adalah khalifah Allah di muka bumi, tetapi kemudian mereka menambahkan surat Adz-Dzaariya ayat 56. Menurut mereka surat ini menekankan bahwa tujuan utama penciptaan manusia bertumpu pada kewajibannya di muka bumi. Seorang Muslim dalam hal ini seharusnya mempunyai kapasitas yang baik secara fisik, spiritual, sosial dan intelektual untuk meninggikan asma Allah di muka bumi. Pada awal masa Islam, jumlah berlipat ganda tidak begitu dipertanyakan karena pada masa-masa itu begitu banyak penyakit menular, bencana dan perang. Sedangkan pada masa sekarang, jumlah yang berlipat ganda memang diperlukan tetapi tidak seharusnya dalam jumlah yang sangat besar. Umat Muslim dalam jumlah besar, tetapi tidak mampu membesarkan anak-anak mereka di jalan Islam, tidak mampu “mewakili” agama Allah dengan cara yang benar, mempertahankan negeri serta tempat-tempat suci mereka, tidak mampu menjaga kesehatan, kemampuan baca tulis – umat yang seperti ini bukanlah umat yang sesuai dengan apa yang diutarakan dalam kitab Allah. Lebih lanjut lagi, Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits dari Tsauban menyebutkan, “Rasulullah Saw bersabda: “Suatu masa nanti, bangsa-bangsa akan memperebutkan kalian seperti orang-orang yang sedang makan yang memperebutkan makanan di atas nampan”. Kemudian ada sahabat yang bertanya: “Apakah saat itu kita (kaum Muslimin) berjumlah sedikit [sehingga bisa mengalami kondisi seperti itu]?”. Rasulullah Saw menjawab: “Sebaliknya, jumlah kalian saat itu banyak, namun kalian hanyalah bak buih di atas air bah [yang dengan mudah dihanyutkan ke sana ke mari]. Dan Allah SWT akan mencabut rasa takut dari dalam diri musuh-musuh kalian terhadap kalian, sementara Dia meletakkan penyakit wahn dalam hati kalian.” Ada sahabat yang bertanya lagi: “Wahai Rasulullah Saw, apakah wahn itu?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
Oleh karena itu, golongan yang pro KB menekankan bahwa berlipat ganda dalam kualitas lebih baik daripada berlipat ganda dalam kuantitas. Para ahli demografi Muslim, dokter, ahli sosial, dan ahli pembangunan telah mengingatkan bahwa pertumbuhan penduduk yang sangat cepat di negara-negara berpenduduk Muslim merupakan hambatan bagi perkembangan spiritual, sosial, ekonomi dan teknologi.[2] Ayat Qur’an yang mereka gunakan untuk mendukung argumen ini ialah pada surat al Maidah ayat 100, surat al Baqarah ayat 249, dan surat at Tawba ayat 25.
2. Pembuahan merupakan jalan untuk mendapatkan keturunan; para Nabi dalam sejarahnya hampir selalu memohon kepada Allah, anak-anak yang baik dan pastinya bukan anak-anak nakal. Seperti yang tertuang pada surat al Baqarah ayat 266. Al Qur’an dalam surat al Mu’minuun ayat 55-56 juga “menanyakan” tentang kepentingan mempunyai anak dalam jumlah besar.
3. Kalangan yang pro KB menambahkan sebuah hadits shahih dari al Hakim, Abdullah Ibn Omar yang menyebutkan, “Tidak ada cobaan yang paling meletihkan daripada mempunyai banyak anak yang tidak begitu berarti.” Selain itu Ibnu Abbas juga meriwayatkan bahwa mempunyai anak dalam jumlah besar hanya akan mendatangkan kesusahan. “Banyak anak adalah salah satu dari dua kemiskinan, sedangkan sedikit anak adalah salah satu dari kemudahan.” (Qudaeei dalam Musnad al Shahab). Selain itu, berhubungan dengan surat an Nisa ayat 3, Imam Syafi’i yang ahli bahasa Arab memberikan interpretasi bahwa ayat ini secara implisit tidak mendukung adanya banyak anak.
Jika kita amati kondisi global saat ini, maka sebenarnya Islam tidak hanya memerlukan nominal jumlah yang berlipat ganda, tetapi lebih memerlukan yang “berlipat ganda” dalam kaitannya dengan moral tinggi, keunggulan ilmiah, kewibawaan dalam politik untuk mencegah ideologi musuh. Selain itu perlu juga untuk “berlipat ganda” dalam penghasilan daripada konsumsi, untuk meminimalkan utang global; “berlipat ganda” yang terkoordinasi dan bukan terpecah-pecah.
Bagaimana dengan pendapat Anda sendiri mengenai KB?

edited by. anna see bakpao
Read More >>

KB.. 1

Allah telah mengangkat Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi Penutup yang membawa Islam sebagai rahmat bagi seluruh manusia. IA dengan segala kebesaran Nya tentu saja sudah memperhitungkan bahwa sebagai agama penutup, Islam “dirancang” untuk mempunyai sifat paling sempurna dan menyempurnakan. Kesempurnaan agama ini salah satunya tercermin dari sistem hukumnya yang komprehensif. Sistem hukum Islam mengatur segala yang berkaitan dengan aktivitas, keperluan dan kepentingan manusia. Keluarga berencana juga merupakan salah satu bahasan dalam hukum Islam. Keluarga berencana (KB) mempunyai pengertian (1) memberi jeda antar kelahiran anak untuk memudahkan proses menyusui dan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak; (2) memilih masa yang sesuai untuk kehamilan; (3) mengatur jumlah anak untuk disesuaikan dengan “keperluan” keluarga, dan juga sesuai dengan kemampuan keuangan, pendidikan dan proses membesarkan anak. (Omran, Abdel Rahim 1992)
Legalitas KB di mata Islam telah lama menjadi perdebatan panjang, Dalam artikel ini, penulis memaparkan pendapat dari ulama-ulama yang pro dan kontra berdasarkan dari buku-buku karangan mereka. Para ulama, termasuk salah satunya Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Jadel Haq Ali Jadel Haq setuju bahwa berdasarkan pengamatan secara komprehensif terhadap ayat-ayat Qur’an, tidak ditemukan ayat yang secara eksplisit melarang pencegahan kehamilan atau pembatasan jumlah anak, tetapi ada beberapa hadits yang mengindikasikan bahwa pencegahan kehamilan diperbolehkan.
Pendapat Ulama
Imam al Ghazali yang mengikuti mazhab Syafi’i menegaskan dalam Ihya’ Ulum al Din bahwa ada empat klasifikasi berkaitan dengan perencanaan keluarga antara lain: (i) diizinkan secara mutlak; (ii) diizinkan dengan syarat istri setuju, dan dilarang jika istri tidak setuju; (iii) diizinkan jika dengan budak, tetapi tidak dengan istri; (iv) dilarang secara mutlak.
Al Ghazali kemudian mengatakan, “Cara yang benar menurut kami (mazhab Syafi’i), pencegahan kehamilan adalah diizinkan”. Lebih jauh ia kemudian mengemukakan alasannya antara lain: (i) memelihara kecantikan dan kesehatannya wanita; (ii) melindungi wanita dari situasi yang “menyusahkan” (dicerai); (iii) menghindarkan diri dari kehinaan (kemelaratan) dan kepenatan fisik sebagai konsekuensi jika mempunyai terlalu banyak anak. Ia juga mengungkapkan bahwa ini adalah salah satu jalan untuk memelihara keimanan.
Mazhab Hanafi mengizinkan pencegahan pembuahan dengan syarat istri mengizinkan, tetapi kemudian para ulama dari mazhab ini berpendapat bahwa izin istri tidak perlu dalam kondisi yang bisa menurunkan tingkat keimanan; dalam arti kemungkinan mempunyai keturunan yang tidak shalih. Sedangkan mazhab Maliki dan Hambali mengizinkan KB dengan persetujuan istri.
Islam memandang satuan keluarga sebagai suatu unit yang sakral sebagai sarana mencurahkan kasih sayang. Seperti yang dikemukakan dalam surat al-A’Raf ayat 189. Sebuah pernikahan membawa konsekuensi besar, antara lain membesarkan anak-anak agar menjadi pribadi yang shalih, sehat, dan berpendidikan. Jika belum mampu menanggung konsekuensi ini, maka pernikahan sebaiknya ditunda. Hal ini dituangkan dalam surat an-Nuur ayat 33.
Nabi Muhammad saw juga menekankan, “Wahai para pemuda, barang siapa di antara kamu ada yang telah sanggup menikah, maka menikahlah, karena sesungguhnya menikah itu dapat, menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan.”
Beberapa relevansi dari perencanaan sebuah keluarga terutama berkaitan dengan beberapa poin yaitu: (i) Faktor kesehatan terutama ibu; (ii) kapasitas ekonomi untuk mendukung berjalannya sebuah keluarga termasuk menjamin masa depan anak-anak; (iii) kapasitas kebudayaan yaitu memberikan pendidikan yang cukup bagi anak-anak, terutama pendidikan agama; (iv) ketersediaan waktu untuk merawat anak-anak termasuk merangsang pertumbuhan intelektualnya; (v) dukungan komunitas sekitar termasuk sekolahan, sarana kesehatan, perumahan yang layak.
Islam Sebagai “Agama Berencana”
Jika kita amati, ayat-ayat Qur’an sering kali menekankan bahwa semua yang ada di bumi ini diciptakan dengan sebuah urutan perencanaan.
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (Al Qamar 54: 49)
Muslim juga dianjurkan untuk merenungi hakikat ciptaan-Nya. “… dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (Ali Imran 3:19)
Salah satu ayat “perencanaan” tercermin dalam surat Yasin ayat 40. “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam-pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”
Keteraturan penciptaan alam ini merupakan salah satu bentuk kewujudan Allah swt, sebagaimana dikatakan dalam surat al Mulk ayat 1-3.
Bentuk lain dari perencanaan dalam Islam adalah perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu. Ya, kita sebagai Muslim diperintahkan untuk shalat lima waktu, bukankah ini suatu bentuk “perencanaan” dan keteraturan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita berangkat tidur malam, kita pasti akan “berencana” untuk melaksanakan shalat Subuh pada keesokan pagi, dan saat kita tengah di Subuh hari, kita akan berencana untuk melaksanakan shalat Zhuhur pada siang harinya, begitu seterusnya.
Kita juga dapat merenungi kisah Nabi Yusuf AS Sebagai Nabi Allah, perencanaannya saat itu adalah membuat persiapan pada tujuh tahun pertama untuk menghadapi kekeringan dan paceklik pada tujuh tahun berikutnya. Dan nabi Yusuf AS berkata, “Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. (Yusuf 12:37). Salah satu cermin pentingnya perencanaan dari Nabi Muhammad SAW adalah saat beliau menyimpan hasil bumi dari tanah Khaibar selama satu tahun sebagai cadangan untuk kepentingan masa berikutnya, seperti yang diberitakan oleh Imam Zabidi.
Keluarga Berencana Dalam Pandangan Islam
Dua sumber fundamental hukum Islam adalah syariah dan fiqih. Syariah dalam bahasa Arab diartikan sebagai “jalan yang diikuti”.
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (Al Jaatsiyah 45:18)
Sedangkan fiqih adalah ilmu dari syariah. Secara harfiah diartikan sebagai, pemahaman, pandangan, atau kemampuan untuk memahami dan mendapatkan ilmu dari syariah.
Dalam kaitannya dengan perencanaan keluarga, Syaikh Yusuf al-Qaradhawi menulis sebuah artikel yang sangat berpengaruh pada tahun 1985. Ia menulis sebuah hadits shahih yang diriwayatkan yang disampaikan oleh Jabir Ibn Abdullah:
“Kami biasa melakukan pencegahan kehamilan (al azl atau dalam bahasa Inggris -coitus interruptus-), bersamaan dengan jangka masa diturunkannya al Qur’an. Jika memang praktik ini dilarang, pastilah al Qur’an akan menyebutkan pelarangannya. (HR Muslim)
Selanjutnya menurut syeikh Qaradhawi, oleh karena itu Jabir menganggap bahwa jika Qur’an “diam” berkaitan tentang sesuatu hal, maka itu pertanda bahwa praktik ini “diizinkan”.
Sebagai Muslim, kita sebaiknya tidak memahami hukum Islam secara sempit, karena zaman terus berubah. Tetapi ini bukan berarti kita mentolelir hal-hal mendasar yang telah ditetapkan oleh Qur’an, seperti pelarangan mencuri, larangan makan daging babi dsb.
Kemampuan “penyesuaian diri” hukum Islam terhadap perubahan zaman diutarakan dengan jelas oleh ulama abad ke-19 Ibn Abdin (mazhab Hanafi), “Banyak hukum yang berbeda dalam rentang waktu yang berbeda, karena adat, kebiasaan masyarakat dan kebutuhan yang berubah. Sangat jelas, jika pemahaman akan hukum “tidak beradaptasi”, maka kesusahan akan melanda manusia, yang pada akhirnya akan melanggar prinsip hukum Islam itu sendiri yang menganjurkan untuk meringankan beban manusia dan menghindari hal yang memberatkan.” [1]
Sama halnya dengan pendapat Ibn Abdin, ulama dari mazhab Maliki, al Qurafi, juga menyatakan, “Pemahaman akan hukum Islam secara sempit dan kaku hanya akan mendorong seorang Muslim semakin jauh dari jalan-Nya, yang kemudian akan menjadikannya seorang yang bodoh, tidak paham dan tidak mampu meneladani sikap-sikap ulama terdahulu.”[2]
Aplikasi KB dalam pandangan hukum Islam yang “telah disesuaikan” diutarakan oleh ulama Al Azhar, Sheikh al-Sharabassi pada tahun (1974). Ia menyatakan, “Hukum Islam berurusan dengan sesuatu yang berubah, baik itu perubahan kondisi manusia atau waktu dan tempat; hukum ini tidak meletakkan sesuatu yang berubah pada posisi yang pasti, kaku dan sempit dengan formula yang serba pasti, melainkan menyerahkan opini dan pemahaman kepada komunitas ulama yang dibatasi dengan kerangka hukum Islam.”
Dalam kaitannya dengan perencanaan keluarga, tidak ada satu pun ayat dalam Qur’an yang secara lugas melarang perencanaan kehamilan. Menurut para ahli fiqih, “diamnya” Al Qur’an bukan berarti bahwa Allah mengabaikan hal ini karena Ia Maha Tahu. Mereka menganggap bahwa diamnya Al Qur’an dalam hal ini merupakan pertanda bahwa pengaturan kelahiran anak bukanlah suatu yang terlarang.
Tidak ada yang salah jika terjadi pro dan kontra dalam keluarga berencana, tetapi yang menjadi masalah adalah bahwa beberapa orang terkadang memulai argumen dengan pendapat dan prasangka yang dicari-cari dari al Qur’an. Dan jika mereka tidak menemukan sesuatu dalam al Qur’an yang mampu mendukung opini mereka, mereka akan melebih-lebihkan makna dari ayat-ayat al Qur’an yang mereka anggap dapat mendukung pendapat mereka. Metoda yang benar adalah memulai sesuatu dengan Qur’an, dan mencari dukungan dari tafsir juga Sunah, dan kemudian membentuk opini.
Keluarga Berencana Sebagai Bagian Dari “Pembunuhan”
Hampir semua yang menentang konsep KB menganggap bahwa al-azl atau semua praktek yang dimaksudkan untuk mencegah kehamilan sama dengan pembunuhan, sesuatu yang dilarang keras oleh Qur’an.[3] Argumen mereka berdasarkan ayat,
“… dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan.” (Al An’am: 151)
Dan mereka yang khawatir menjadi miskin dengan kehadiran anak, Allah memperingatkan,
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan.” (Al Israa’: 31)
Selain itu, surat at Takwiir ayat 8-9 dan surat al-Mumtahana ayat 12 termasuk digunakan sebagai argumen oleh pihak penentang KB. Walaupun begitu, pihak penentang KB mengakui bahwa cuplikan ayat-ayat di atas merupakan sebuah larangan yang tidak langsung dan tidak ada ayat yang secara eksplisit menyatakan larangannya.[4]
Di lain pihak, pendukung KB menganggap bahwa perencanaan kehamilan dengan kontrasepsi hanyalah langkah pencegah kehamilan, dan tidak ada kaitannya dengan pembunuhan.[5] Dalam argumennya, pihak pendukung ini mengutarakan sejarah Imam Ali RA beserta khalifah Umar bin Khattab dan beberapa sahabat lainnya yang menolak bahwa pencegahan kehamilan (al azl) adalah bagian dari pembunuhan (wa’d). Imam Ali RA menganggap bahwa pembunuhan terhadap bayi (wa’d) hanya terjadi jika janin mencapai lapisan ke tujuh, ia menyatakan demikian berdasarkan surat al-Mu’minuun ayat 12, 13, 14. Pada saat itu khalifah Umar setuju dan memuji interpretasi Ali RA. Bagaimanapun, sejarah ini berdasarkan hadits Judama yang beberapa ulama menganggapnya sebagai hadits lemah.
Qadar, Rezeki Dan Tawakkal
Golongan kontra menganggap bahwa perencanaan keluarga melalui pengaturan kehamilan merupakan tindakan yang melawan ketetapan-Nya, dan suatu bukti “ketidakpercayaan” kepada Allah untuk menjamin kebutuhan anak. Mereka mengutarakan beberapa ayat al Qur’an untuk mendukung argumennya.
Qadar
“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (At Takwiir: 29)
“Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan.” (Al A’raf: 188)
Rezeki
Dan tidak ada suatu binatang melata [709] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya.” (Huud: 6)
Oleh karena itu, Allah pasti akan menjamin seluruh kebutuhan makhluk-Nya termasuk anak-anak.
Tawakkal
Sebagai muslim, sudah seharusnya kita menyandarkan segala keperluan hidup kita kepada Allah, termasuk semua hal yang berkaitan dengan anak-anak. Hal ini jelas tercantum dalam al Qur’an termasuk surat al-Mumtahana ayat 4 dan surat ath-Thalaaq ayat 2-3.
Anak sebagai “Harta”
Golongan penentang KB menganggap bahwa anak adalah harta tak ternilai seperti yang disebutkan dalam al Qur’an.
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.” (Al Kahfi: 46) dan juga yang tercantum dalam surat al Furqaan ayat 74, serta permohonan Nabi Zakaria AS yang tertuang dalam surat ali Imran ayat 38.
Golongan yang pro dengan konsep KB menjawab bahwa anak memang merupakan aset berharga yang tak ternilai dan juga sebagai penerus keturunan, tetapi ini tidak selalu berarti harus anak dalam jumlah yang banyak, yang bisa jadi “terlantar” dan kurang perhatian sehingga pendidikan agama pun kurang. Mereka mengemukakan ayat di bawah ini sebagai landasan argumennya.
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Al Kahfi: 46)
Dari ayat 46 surat al Kahfi ini, menurut pendukung KB, mempunyai banyak anak dan harta tidak seharusnya selalu “menyenangkan” Allah, tetapi kualitas dari manusia itu sendiri yang lebih terpuji di hadapan Allah. Sebagaimana disebutkan juga oleh surat Saba ayat 37. Selanjutnya Qur’an juga mengingatkan bahwa anak-anak dan harta bisa menjadi sumber fitnah, seperti yang disebutkan surat al Anfal ayat 28.
Golongan pendukung KB juga mengangkat surat 37 ayat 100 tentang doa nabi Zakaria AS. Ia lebih “memilih” berdoa agar dianugerahi anak yang baik dan bukan berdoa untuk mempunyai banyak anak. Jika kita melihat keadaan sekitar kita dengan segala kompleksitasnya, mau tidak mau harus kita akui bahwa mendidik anak untuk menjadi manusia yang baik, dan mampu membela agamanya bukanlah sesuatu yang mudah.


edited: http://annaseebakpao.blogspot.com/
Read More >>

Minggu, 23 Desember 2012

Dan ini lah PERNIKAHAN

 
PUISI CINTA "KETIKA CINTA BERTASBIH"

Cinta adalah kekuatan yang mampu
Mengubah duri jadi mawar,
Mengubah cuka jadi anggur,
Mengubah malang jadi untung,
Mengubah sedih jadi riang,
Mengubah setan jadi nabi,
Mengubah iblis jadi malaikat,
Mengubah sakit jadi sehat,
Mengubah kikir jadi dermawan
Mengubah kandang jadi taman
Mengubah penjara jadi istana
Mengubah amarah jadi ramah
Mengubah musibah jadi muhibah
itulah cinta!


Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar.

Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri.
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang.
Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya.
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta.
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya.
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur,
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan.

Sumber : Novel Ketika Cinta Bertasbih 2 halaman 68, cetakan ke-1, Nopember 2007

              Islam telah menganjurkan kepada manusia untuk menikah, karena di dalamnya ada banyak hikmah. Pernikahan merupakan fitrah setiap manusia. Manusia diciptakan Allah SWT sebagai makhluk yang berpasang-pasangan. Setiap jenis membutuhkan pasangannya. Seorang lelaki membutuhkan wanita, begitu pun sebaliknya, wanita membutuhkan lelaki. Ini adalah fitrah yang berikan kepada manusia. Islam diturunkan Allah SWT untuk menata hubungan kedua insan agar menghasilkan sesuatu yang positif bagi umat manusia dan tidak membiarkannya berjalan semaunya sehingga menjadi penyebab bencana. Dalam pandangan Islam, pernikahan adalah akad yang diberkahi. Di mana seorang lelaki menjadi halal bagi seorang wanita begitu pula sebaliknya. Mereka memulai perjalanan hidup berkeluarga yang panjang, dengan saling cinta, tolong menolong dan toleransi.

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar Rum: 21).



Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah SWT ingin menggambarkan hubungan yang sah itu dengan suasana yang penuh menyejukkan, mesra, akrab, kepedulian yang tinggi, saling percaya, pengertian dan penuh kasih sayang.  Tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan ketenangan dalam hidup karena iklim dalam rumah tangga yang penuh dengan kasih sayang dan mesra. Namun, proses membina pernikahan yang sakinah, mawaddah dan warahmah serta bahagia sering tidak semulus yang dibayangkan oleh kebanyakan pasangan. Dengan adanya pernikahan, hal itu menunjukkan sejauh mana pasangan mampu merundingkan berbagai hal dan seberapa terampil pasangan suami istri itu mampu menyelesaikan konflik. Pasangan suami istri akan menyadari bahwa hal-hal yang berjalan dengan baik pada tahap-tahap awal pernikahan mungkin tidak dapat berfungsi sebaik pada tahap-tahap berikutnya, yakni ketika pasangan suami istri menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan-keterampilan baru dalam hubungan berumah tangga.


Sepanjang perjalanan pernikahan, semua pasangan pasti akan menghadapi tekanan-tekanan baru. Tekanan-tekanan tersebut bisa berasal dari luar pernikahan, bisa juga dari dalam pernikahan itu sendiri, atau bahkan dari hal-hal yang sudah lama terpendam jauh di dalam diri masing-masing pasangan. Pasangan suami istri harus dapat dan mampu menyesuaikan diri dengan pasangan, untuk hidup harmonis, menyeimbangkan tugas-tugas, karir yang sedang menanjak, membesarkan anak-anak dan memberikan dukungan satu sama lain adalah tugas yang sangat kompleks dilakukan pasangan suami istri. Banyak pasangan suami istri yang terkejut, saat mereka mendapati bahwa konflik lama belum terselesaikan. Dia akan muncul dari orang tua, saudara kandung, atau di luar pasangan. Mereka akan muncul kepermukaan dalam hubungan pernikahan. Dan setiap konflik tersebut menunjukkan adanya tuntutan yang besar terhadap pasangan suami istri ketika mereka berusaha menghadapi berbagai persoalan, belajar memahami arti pengorbanan pada berbagai tingkatan yang baru dan bagaimana mempercayai orang yang dicintai. Pernikahan tidak selalu menghasilkan banyak tuntutan bagi orang-orang yang menjalaninya. Orang-orang tua kita terdahulu tidak begitu peduli dengan hal-hal tersebut. Bagi mereka pada umumnya, pernikahan adalah bagian dari kelangsungan hidup. Suami mencari nafkah sedangkan istri merawat rumah dan anak-anak. Namun, kini berumah tangga kehidupan semakin kompleks, dan tuntutan adanya keintiman dalam pernikahan generasi pendahulu, yaitu orang tua kita tidaklah sebesar tuntutan generasi sekarang. Dewasa ini, pasangan suami istri menginginkan jauh lebih banyak hal dari pernikahan.

Mulai dari kehidupan materialist, fisik yang indah, keilmuan, ras, sosial masyarakat. Harapan-harapan yang lebih tinggi itu, pasangan terkadang lupa pada tanggung jawab masing-masing, oleh karena itu pasangan suami istri sangat perlu mengetahui arti pernikahan.


Ya, karena pernikahan merupakan jalan yang aman bagi manusia untuk menyalurkan naluri seks. Pernikahan dapat memelihara dan menyelamatkan keturunan secara baik dan sah. Di samping itu, pernikahan pada dasarnya menjaga martabat wanita sesuai dengan kodratnya.


Pernikahan juga merupakan suatu ikatan yang kuat dengan perjanjian yang teguh yang ditetapkan di atas landasan niat untuk bergaul antara suami istri dengan abadi. Supaya dapat memetik buah kejiwaan yang telah digariskan oleh Allah dalam Al Quran yaitu ketenteraman, kecintaan dan kebahagiaan. Wallahua’lam.

Sumber: www.dakwatuna.com

edited by : annaseebakpao.blogspot.com
Read More >>

Sabtu, 22 Desember 2012

SELAMAT HARI IBU

HAPPY MOM'S DAYYYY....
 
Sebuah renungan kecil untuk kita semua,,, bahwa kita harus menghargai sedikitpun usaha dari orang-orang sekitar kita,,, jangan hanya menang di egooo,, 


 monggo dipun waos , saudarakuuu

Oh Istriku, Apa Saja Sih yang Kau Kerjakan ?

Suatu hari seorang suami pulang kerja dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian

Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh. Ternyata ... kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana. Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan, dan… pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah… masyaAllah… kacau… berantakan. Ada lampu yang pecah, ada sajjadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

Dapur? Ooooh tempat cucian piring penuh dengan piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar.

Sang suami mencoba melihat lantai atas. Ia langkahi boneka-boneka yang berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut. Maksudnya adalah hendak mendapatkan istrinya, siapa tahu ada masalah serius dengannya.

Pertama sekali ia dikejutkan oleh air yang meluber dari kamar mandi, semua handuk berada di atas lantai dan basah kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak karuan rupa, bentuk dan tempatnya. Cermin penuh dengan coretan-coretan odol, dan... begitu ia melompat ke kamar tidur, ia dapati istrinya sedang tiduran sambil membaca komik!!!

Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan tersenyum. Dengan penuh keheranan sang suami bertanya, “Apa yang terjadi hari ini wahai istriku?!!”.

Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata,“Bukankah setiap kali pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidak puasan, ‘Apa sih yang kamu kerjakan hari ini wahai istriku?’, bukankah begitu wahai suamiku tersayang?!”

“Betul” jawab sang suami.

“Baik” kata sang istri, “Hari ini, aku tidak melakukan apa yang biasanya aku lakukan, semoga dengan begitu engkau tahu apa yang selama ini aku kerjakan”.


*****

Message yang ingin disampaikan adalah:

1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang lain itu agar kehidupan ini tetap berimbang, berimbang antara MENGAMBIL dan MEMBERI, TAKE and GIVE.

2. Dan … agar tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.

3. Dan … jangan dikira bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya, yang tampaknya santai, diam, dan enak-enakan … jangan dikira bahwa mereka tidak mempunyai andil apa-apa.

4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.

Sumber: Email Ust. Musyaffa AR di milist sebelah
Judul asli: Jangan Melihat dari Sudut Pandang Sempit

Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'share' dan undang temen2mu gabung dg klik ‘Invite Your Friends’


Read More >>

Jumat, 30 November 2012

on the floor..jeniver lopez

heyy heyy halo,,,,
kali ini kita bertemu lagi dengan lagunya jenni,, meskipun lagu ini sudah lamaa bgt tapi saya masih suka mendengarnya.. ini dia nihh liriknya,,, di baca paling enak sambil mendengarkan laguny alangsung,, tapi jangan sambil pegang mikrofon masjid lho ya,hehehe






ON THE FLOOR


Hey oh ay oh ay
Let’s take the whole world on a ride
J-LO!
Hey oh ay oh ay
Let’s take the whole world on a ride
Mr worldwide
Darling get on the floor
Darling get on the floor
Darling get on the floor
Darling get on the floor
Darling get on the floor
Darling I want the whole world to
Get on the floor
Darling get on the floor
Darling get on the floor
Darling get on the floor
Darling I want the whole world to
Get on the floor

I’m loose
And everybody knows I get off the train
Baby it’s the truth
I’m like inception I play with your brain
So I don’t sleep I snooze
I don’t play no games so don’t get it confused no
Cos you will lose yeah
Now pump it up
And back it up like a Tonka truck
That badonka donk is like a trunk full of bass on an old school Chevy
All I need is some vodka and some… coke
And watch… get donkey konged
… if you’re ready for things to get heavy
I get on the floor and act a fool if you let me
Don’t believe me just vet me
My name ain’t Keath but I see why you Sweat me
L.A. Miami New York
Say no more get on the floor

Dance the night away
Live your life and stay out on the floor
Dance the night away
Grab somebody drink a little more
La la la la la la la la la la la la la la
Tonight we gon’ be it on the floor
La la la la la la la la la la la la la la
Tonight we gon’ be it on the floor

I know you gotta clap your hands on the floor
And keep on rocking work it up on the floor
If you’re a criminal kill it on the floor
Steal it quick on the floor
On the floor
Don’t stop keep it moving put your drinks up
It’s getting ill it’s getting sick on the floor
We never quit we never rest on the floor
If… I may die on the floor
Cos… London to Ibiza
Straight to L.A. New York
Vegas to Africa

Dance the night away
Live your life and stay out on the floor
Dance the night away
Grab somebody drink a little more
La la la la la la la la la la la la la la
Tonight we gon’ be it on the floor
La la la la la la la la la la la la la la
Tonight we gon’ be it on the floor
La la la la la la la la la la la la la la
Tonight we gon’ be it on the floor
La la la la la la la la la la la la la la
Tonight we gon’ be it on the floor

Freak it off kick it up
Raise the roof wreck the dancehall
… these walls light it up
Make some noise ohhh

Dance the night away
Live your life and stay out on the floor
Dance the night away
Grab somebody drink a little more
La la la la la la la la la la la la la la
Tonight we gon’ be it on the floor
La la la la la la la la la la la la la la
Tonight we gon’ be it on the floor
La la la la la la la la la la la la la la
Tonight we gon’ be it on the floor
La la la la la la la la la la la la la la
Tonight we gon’ be it on the floor
Tonight we gon’ be it on the floor
Tonight we gon’ be it on the floor

selamat bersenandung ria yaa,,,
Read More >>

Minggu, 25 November 2012

doa untuk suami

Apa yang bisa kita lakukan ketika suami kita sedang sakit, selain memberikan perawatan yang extra, doa adalah kuncinya. kita tak bisa seditik pun  jauh darinya. takut kita tak bisa menangkap apa yang dikeluhkan,,,adanya istri yang selalu menemani dan anak yang sholeh yang selalu mendoakan kesembuhan ayahnya. cepat sembuh ya sayang...doa untuk ayah:

اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ فَأَنْتَ الشَّافيِ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً

HR Tirmidzi : “ Tiada satupun yang lebih mulia bagi Allah melainkan do’a”. Do’a adalah senjata, do’a adalah bukti begitu kecilnya kita sebagai hamba. Tidak pantas kita menyombongkan diri karena hanya kepada Allah sajalah kita memohon pertolongan dan perlindungan. Apalagi do’a seorang istri kepada suami, seperti kisah Nabi Ayub as. Ia diuji dengan bencana yang menimpa fisiknya. Tubuhnya tidak menyisakan satu lobang jarumpun yang sehat. Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menolongnya, selain istrinya yang tetap memelihara cintanya karena Allah. Istrinya selalu melayaninya dan selalu mendo’akan sang suami untuk kesembuhannya, maka Allah mengabulkan do’anya, memper kenankan permohonannya. Lalu Allah memerintahkan Nabi Ayub untuk bangkit dan menjejakkan kakinya ke tanah dan Allah mengeluarkan mata air dari dalam tanah dan menyuruhnya mandi dengan air itu. Lalu, Allah menghilangkan seluruh penyakit yang ada di tubuhnya. Itulah buah dari do’a istri yang sholehah. “ Do’a Perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki, ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab Baginda, “ Ibu lebih penyayang dari pada Bapa, “ dan do’a orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.

Satu Kunci Surga (doa seorang istri untuk kebaikan suaminya)

Bismillahirrahmanirrahim…
Yang Maha Indah,
Tiap sosok selalu menyimpan rahasia
Termasuk Engkau
Sang Maha Suci yag telah mempertemukan kami
dalam sebuah ikatan suci
Lama, aku menyadari
Bahwa ada seseorang yang berjalan menjajariku
Seseorang yang memberikan hidupnya untuk meilndungiku
karena mencintaiMu
Seseorang yang mengecup hatiku
ketika aku kalut
dan seseorang yang tetap berkata,





” Aku mencintaimu”
Bahkan ketika aku tiada di sisinya

Yang Maha Pengabul Harap,
Terimalah jutaan doaku padanya
Balaslah ia dengan luruhan cintaMu
Atas semua kebaikannya
juga amarahnya
Yang Maha Sandaran Hati,
Sampaikanlah terimakasihku padanya
Karena telah bersedia menjadi satu
Dari sekian banyak kunci surga
Yang kau pilihkan untukku

Segala puja dan puji kucurahkan padaMu
Kumohon sampaikan salamku untuk Baginda Rasulullah
Semoga Engkau melimpahkan cinta atasNya
Sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang ada di dalam hatiku
Karenanya, kabulkanlah doaku

Amin ya Rabbal Alamin…
Read More >>

Template by : kendhin x-template.blogspot.com