Selasa, 05 Februari 2013

--uji keturunan--pemuliaan tanaman

print this page cetak 

Uji Keturunan



UJI KETURUNAN
1.      Ati Uji Keturunan
Uji keturunan adalah penilaian sesuatu genotipa atau tetua berdasarkan penampilan keturunannya. Pengujian ini dimaksudkan untuk dapat menilai secara genetik tetua yang akan digunakan dalam program pemuliaan. Nilai tetua yang akan didasarkan pada pengamatan penotipanya, sering di kaburkan oleh pengaruh lingkungan sehingga tidak diketahui nilai pemuliaanya.
Bilamana seorang pemulia mempunyai sejumlah genotipa yang dicalonkan sebagai tetua pada program pemuliannya, maka genotipa-genotipa itu disilangkan dengan tanaman penguji atau kombinasi persilangan diantara genotipa-genotipa itu. Genotipa ini biasanya dalam keadaan homozigot, karena peningkstsn genetic umumya dapat terjadi dari hasil persilangan tetua homozigot. Demikian pula untuk tanaman penguji, biasanya berupa genotip homozigot. Untuk tanaman tanaman menyerbuk sendiri relative mudah memperolah tanamana homozigot , namun untuk tanaman menyerbuk silang perlu dilakukan selfing dengan tanaman selama beberapa generasi.
Dari penilaian keturunan berdasarkan penotipa diharapkan dapat memilih tetua yang mempunyai nilai pemuliaan yang diinginkan. Sering terjadi bahwa pada keturunan terlihat adanya kegiatan gen aditif yang merupakan bahan baik bagi peningkatan sifat yang dikendalikan. Uji keturunan biasanya dikaitkan dengan kemampuan suatu tetua dalam suatu persilangan. Kemampuan ini disebut gaya gabung. Dengan melihat rata-rata pengamatan keturunan dapat ditentukan apakah suatu tetua mempunyai nilai tinggi bila digabungkan dengan salah satu atau beberapa tetua lain. Kedua macam kemampuan ini masing-masing mempunyai arti dalam penciptaan tersendiri dalam penciptaan suatu varietas.

¯  Macam-macam uji keturunan
1.      Open-pollinated progency test (uji silang terbuka)
Galur-galur terpilih di tanam bercampur dengan varietas unggul pada suatu petak tanah dan dibiarkan terjadi penyerbukan silang. Bij dari galur terpilih ditanam pada generasi berikutnya kemudian diamati dan dinilai daya gabungnya. Cara ini telah lama digunakan untuk peningkatan peningktana verietas menyerbuk silang.

2.      Top-cross test (uji silang puncak)
Galur terpilih ditanam berselang-seling dengan tanaman penguji. Tanamanpenguji biasanya digunakan varietas, galur atau klon. Tanaman keturunan dari biji galur terpilih diamati dan dinilai daya gabungnya. Biji ini dihasilkan dari persilangan dengan tanaman penguji. Agar supaya sebagian besar penyerbukan terjadi dengan tanaman penguji yang paling dikehendaki adalah tanaman yang mampu memberikan informasi jelas tentang sifat yang diinginkan bila dikombinasikan dengan tanaman teruji atau bila ditumbuhkan pada lingkunngan yang berneda.
3.      Polycross test (uji silang banyak)
Galur terpilih ditanam bersama-sama dengan suatu petak terisolir agar saling terjadi penyerbukan silang. Jadi suatu tanaman mempunyai kesempatan untuk diserbuki ataupun menyerbuki tanaman lain. Perbedaan dengan nomer satu disini tidak ada tanaman atau varietas lain, kecuali tanaman tetua yang akan diuji potensi genetiknya. Istilah polycross diperkenalkan oleh Tysda, Kiesselbach dan Westover (1942). Sebenarnya cara pengujian ini telah dilaksanakan oleh Frandsen tahun 1940. Cara ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan varistas sintetis.
4.      Diallel cross (silang diallel)
Sejumlah genotipa disilangkan dengan semua kombinasi. Masing-masing genotipa mempunyai kesempatan untuk disilangkan dengan genotipa lain, bahkan dapat ditambahkan dengan persilangan sendiri genotipa ini.
¯  Daya gabung( Combining Ability)
Daya gabung dapat diartikan sebagai kempuan genotipa ntuk memindahkan sifat yang diinginkan kepada keturunannya. Terdapat 2 daya gabung yaitu daya gabung umum dan daya gabung khusus.
Daya gabung umum artinya sebagi kemampuan suatu genotipa untuk menunjukan kemampuan rata-rata keturunan bila disilangkan dengan sejumlah ganotipa lain, dapat termasuk persilangan sendiri genotipa itu. Bila penampilan rata-rata keturunan tinggi  dibandingkan tetua maka hal ini disebut daya gabung tinggi. Sebaliknya bila rendah dikatakan rendah. Dengan demikian daya gabung rendah dapat dikatakan bahwa ukuran penamiplan rata-rata tetua itu.
Daya gabung khusus dapat diartikan sebgai kemampuan sesuatu kombinasi persilangan untuk menunujukkan penampilan keturunan. Bila keturunan dari sesuatu kombinasi persilangan menunjukan penampilan tinggi, dikatakan daya gabung khususya tinggi. Dalam analisisdari rancangan kelompok, daya gabung khusus dapat disamakan dengan interaksi genotipa ulangan. Daya gabung umum dalam uji keturunan dapat diperolah dari metode: open-pollinated program test dan polycross test. Sedang metode diallel dan top cross mendapatkan keduanya yakni daya gabung umum dan khusus.
¯  Analisis diallel
Terdapat beberapa macam analisis diallel yang mungkin dilakukan. Hal ini berkaitan dengan jumlah kombinasi yang tergantug dari macam persilangan tetua yakni:
a)      P kombinasi atau kombinasi lengkap, terdiri dari F1, resiproknya dan penyerbukan sendiri tetuanya.
b)      P (p-1) kombinsi, terdiri dari F1 dan resiproknya
c)      1/2 p (p-1) kombinasi, terdiri dari F1 saja.
d)     ½ p (p+1) kombinasi, terdiri dari F1 dan penyerbukan sendiri tetuaya.

Penggunaan salah satu macam diallel tersebut tergantung dari tujuan analisisnya atau dihubungkan dengan penyederhaan analisisnya. Misalnya untuk mwnguji tetua sejumlah 20, maka bila digunakan kombinasi lengkap akan diperoleh 400kombinasi. Untuk penyederhanaan cukup dianalisis p(p-1) kombinasi atau 190 kombinasi, bila diketahui tidak ada pengaruh resiprok atau tetuanya.
Untuk analisis diallel dapat digunakan analisis ragam dari rancangan acak kelompok. Dengan rancangan ini, perlakuannya adalah  macam tetua. Sedang ulangannya juga 2 sejumlah macam tetua itu. Dengan demikian yang di tanam pada petak percobaan adalah hasil persilangan antar tetua termasuk tetuanya sendiri. Kemudian diamati sifatnya, biasanya sifat kuantitatifnya misalnya produksi. Hasil pengamatan ini diplot dalam tabel dua jalur, dan dihitung jumlah rata-rata baris serta jalur. Rata-rata pengamatan keturunan persamaanya sbb:
Text Box: Y ij = À + g I + g j + s ij +error

À          = rata-rata seluruh pengamatan
g I        = daya gabung umum tetua i
gj         = daya gabung umum tetua j
s ij        = daya gabung umum tetua I dan j
                        Dari persamaan diatas menunjukkan bahwa dengan analisis dapat diperkirakan besaran pengaruh daya gabung umum dan khusus, serta resiproknya.


0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com